Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan

Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan – Pada kesempatan ini admin tarokutu.com akan berbagi informasi mengenai Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan. Materi ini merupakan bagian materi Matematika SMP Kelas 7. Di sini akan dibahas 3 hal penting yaitu Pembulatan Pecahan, Menaksir Hasil Operasi Hitung Pecahan dan Bentuk Baku Pecahan.

Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan

Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan

1. Pembulatan Pecahan

Perhatikan aturan pembulatan pecahan desimal berikut ini.

a. Apabila angka yang akan dibulatkan lebih besar atau sama dengan 5, maka dibulatkan ke atas (angka di depannya atau di sebelah kirinya ditambah dengan 1).

b. Apabila angka yang akan dibulatkan kurang dari 5, maka angka tersebut dihilangkan dan angka di depannya (di sebelah kirinya) tetap.

Contoh

Bulatkan pecahan desimal berikut sampai dua tempat desimal.

a. 0,7921

b. 6,326

c. 1,739

Penyelesaian

a. 0,7921 = 0,79 (angka 2 < 5 dihilangkan)

b. 6,326 = 6,33 (angka 6 > 5, maka angka 2 dibulatkan ke atas)

c. 1,739 = 1,74 (angka 9 > 5, maka angka 3 dibulatkan ke atas)

Untuk menghindari kesalahan dalam pembulatan, jangan membulatkan bilangan dari hasil pembulatan sebelumnya.

Perhatikan contoh berikut.

3,63471 = 3,635 (benar, pembulatan sampai 3 tempat desimal)

= 3,64 (salah, seharusnya pembulatan dilakukan dari bilangan semula)

3,63471 = 3,63 (pembulatan sampai 2 tempat desimal)

2. Menaksir Hasil Operasi Hitung Pecahan

Kita telah mempelajari cara menaksir hasil perkalian dan pembagian pada bilangan bulat. Hal tersebut juga berlaku untuk menaksir hasil perkalian dan pembagian pada bilangan desimal.

Perhatikan contoh berikut.

Taksirlah hasil operasi pada bilangan pecahan berikut.

a. 3,23 x 2,61

b. 15,20 x 3,14

c. 83,76 : 12,33

d. 311,95 : 26,41

Penyelesaian

a. 3,23 x 2,61 ≈ 3 x 3 = 9

b. 15,20 x 3,14 ≈ 15 x 3 = 45

c. 83,76 : 12,33 ≈ 84 : 12 = 7

d. 311,95 : 26,41 ≈ 312 : 26 = 12

3. Bentuk Baku Pecahan

Dalam bidang ilmu pengetahuan alam, sering kali kalian menemukan bilangan-bilangan yang bernilai sangat besar maupun sangat kecil. Hal ini terkadang membuat kalian mengalami kesulitan dalam membaca ataupun menulisnya.

Misalnya sebagai berikut.

a. Panjang jari-jari neutron kira-kira 0,000 000 000 000 00137 m.

b. Jumlah molekul dalam 18 gram air adalah 602.000.000.000.000.000.000.000.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, ada cara yang lebih singkat dan lebih mudah, yaitu dengan menggunakan notasi ilmiah yang sering disebut penulisan bentuk baku. Dalam penulisan bentuk baku, digunakan aturan-aturan seperti pada perpangkatan bilangan. Perhatikan perpangkatan pada bilangan pokok 10 berikut ini.

10¹ = 10

10² = 10 x 10 = 100

10^{4} = 10 x 10 x 10 x 10 = 10.000

10^{6} = 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 1.000.000

10^{0} = 1

10^{-1}=\frac{1}{10^{1}}=\frac{1}{10}

10^{-2}=\frac{1}{10^{2}}=\frac{1}{100}

10^{-3}=\frac{1}{10^{3}}=\frac{1}{1000}

dan seterusnya.

Jika dituliskan dalam bentuk baku maka diperoleh

a. panjang jari-jari neutron = 0,000 000 000 000 00137 m = 1,37 x 10^{-15} m;

b. jumlah molekul dalam 18 gram air = 602.000.000.000.000.000.000.000 = 6,02 x 10^{23}.

Secara umum, ada dua aturan penulisan bentuk baku suatu bilangan, yaitu bilangan antara 0 sampai dengan 1 dan bilangan yang lebih dari 10 sebagai berikut.

Bentuk baku bilangan lebih dari 10 dinyatakan dengan a x 10^{n} dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan asli. Bentuk baku bilangan antara 0 sampai dengan 1 dinyatakan dengan a x 10^{-n} dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan asli.

Contoh

1. Nyatakan bilangan-bilangan berikut dalam bentuk baku.

a. 635.000

b. 258.637.000

Penyelesaian:

a. 635.000 = 6,35 x 10^{5}

b. 258.637.000 = 2,58637 x 10^{8} = 2,59 x 10^{8} (pembulatan sampai 2 tempat desimal)

Baca :

Demikianlah info Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan dari admin tarokutu.com, semoga bermanfaat. [tu]

Pembulatan dan Bentuk Baku Pecahan | admin | 4.5