Rumus Kimia Vitamin C

Rumus Kimia Vitamin C – Siapa yang tidak kenal dengan Vitamin C? tapi mungkin banyak yang tidak tahu Rumus Kimia Vitamin C? Pada kesempatan ini admin tarokutu.com akan berbagi mengenai Rumus Kimia Vitamin C.

Rumus Kimia Vitamin C

Vitamin C, dikenal pula dengan asam askorbat, merupakan vitamin yang larut air dan diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan dalam tubuh. Nama kimia dari vitamin C adalah asam L-askorbat, asam L-xyloaskor bat, 3-oxo-Lglufuranolakton, asam L-3-ketotreoheksuronat lakton (Florey, 1982). Rumus molekul C_{6}H_{8}O_{6} dengan berat molekul 176.13(FI IV,1995).

Rumus Kimia Vitamin C

Vitamin C berupa hablur atau serbuk putih atau agak kuning dan mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 100,5% C6H8O6. Kelarutan Vitamin C adalah mudah larut dalam air (1:3,5), agak sukar larut dalam etanol (1:30), propilenglikol (1:20), tidak larut dalam kloroform, eter dan benzen (Florey,1982).

Vitamin C stabil dalam keadaan kering tetapi dalam bentuk larutan mudah teroksidasi menjadi asam dehidroaskorbat terutama oleh pengaruh oksigen, cahaya, dan pH (larutan vitamin C paling stabil pada pH dibawah 4). Penyimpanan vitamin C dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya. Proses oksidasi berlangsung cepat dengan adanya pembukaan cincin lakton.

Vitamin C tidak tersatukan dengan alkali, ion logam berat terutama besi(III) dan tembaga(II), senyawa pengoksidasi, metenamin, fenilefrin hidroklorida , pirilamin maleat, salisilamid, natrium nitrit, natrium salisila t, dan teobromin salisilat (Wade,2003). Vitamin C memiliki rentang pH 2.1-2.6 dan konstanta ionisasi pKa1 4,17 dan pKa2 11,57.

Baca :

Vitamin C berperan penting dalam proses metabolisme melalui reaksi oksidasi dan reduksi. Asam askorbat memiliki isomer optik yaitu asam L-askorbat dan asam D-askorbat. Enantiomer D dari asam askorbat tidak memiliki efek farmakologi.  Setiap hari kita memerlukan vitamin C dala m jumlah tertentu tergantung umur, jenis kelamin dan kondisi penerima.

Tabel. Jumlah kebutuhan Vitamin C setiap hari

Jumlah kebutuhan Vitamin C setiap hari

Tubuh manusia mengabsorpsi 500 mg asam askorbat dalam satu hari, sisanya dieksresikan ke ginjal. Efek samping yang terjadi bila jumlah yang dikonsumsi terlalu besar adalah diare, gangguan saluran pencernaan.

Vitamin C merupakan vitamin larut air yang memiliki peranan penting dalam metabolisme asam amino, penyembuhan bagian tubuh yang sakit atau rusak, pembentukan tulang dan gigi. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit yang disebut dengan skorbut merupakan suatu pendarahan pada sekeliling gusi dan tulang terasa nyeri bila disentuh. Bintik-bintik pendarahan dapat terjadi di bawah kulit pada seluruh tubuh, gigi mudah tanggal, sendi dapat membengkak, terasa lemah kemudian kesembuhan yang lambat merupakan gejala-gejala kekurangan vitamin C. Vitamin C juga banyak berperan penting dalam berbagai mekanisme imunologis.

Kadarnya tinggi dalam sel darah putih terutama limfosit tetapi sangat cepat habis saat terjadi infeksi. Vitamin C juga berguna untuk pembentukan kolagen, membantu proses penyembuhan luka, menjaga kesehatan gusi, menjaga daya tahan tubuh melawan infeksi. Fungsi lain dari vitamin C adalah sebagai antioksidan, mempercepat penyembuhan luka, proses hidroksilasi hormon korteks adrenal, pembentukan kolagen, dan menurunkan kadar kolesterol di dalam darah (Combc,1996). Vitamin C juga dapat mengurangi resiko kanker dengan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu kanker. Vitamin C pada dosis tinggi dapat melukai lambung, menimbulkan diare. Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang memiliki potensial toksisitas rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi toksisitas vitamin C adalah rute pemberian, dosis, keadaan pemakai.

Baca :

Jus buah-buahan adalah minuman yang terbuat dari buah-buahan yang mengalami proses penghancuran dengan blender. Jus buah yang beredar di pasaran terdiri dari 100% jus buah murni, nektar(mengandung lebih dari 50% jus buah murni dicampur dengan sirup dan asam sitrat), dan minuman jus buah yang hanya mengandung 20% jus buah murni. Vitamin C dalam jus buah-buahan mudah teroksidasi menjadi asam dehidroaskorbat selama pemrosesan dan penyimpanan. Laju oksidasi asam askorbat meningkat dengan adanya logam terutama tembaga dan besi dan oleh adanya cahaya dan oksigen. Pada kondisi asam, vitamin C dapat bersifat lebih stabil.

Demikianlah info Rumus Kimia Vitamin C dari admin tarokutu.com, semoga bermanfaat. [tu]

Rumus Kimia Vitamin C | admin | 4.5