Sejarah Borobudur, Asal Usul, Pembangunan, Keruntuhan

Sejarah Borobudur – Kali ini kita kembali berbagi Sejarah dunia yaitu Sejarah Borobudur. Siapa yang tidak kenal dengan Candi Borobudur, Borobudur merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masuk dalam keajaiban dunia. Sejarah Borobudur menarik untuk disimak, candi memiliki nilai sejarah yang sangat kental dan penuh dengan lika-liku filosofi kehidupan bagi yang memandang Borobudur.

Sejarah Borobudur

Siapa yang belum pernah mendengar tentang Borobudur. Bisa dipastikan hampir semua tahu, minimal pernah mendengar nama tersebut. Ya Borobudur adalah salah satu candi yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Keberaadaannya yang pernah menjadi salah satu dari keajaiban dunia menjadikannya dikenal di seluruh dunia terutama di kalangan para wisatawan dunia.Sejarah Borobudur

Letak Borobudur berada di Propinsi Jawa Tengah, lebih tepatnya berada di Kabupaten Magelang. Lokasinya yang hanya berada pada kurang lebih 15 kilometer saja dari Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya lebih dikenal sebagai Borobudur Yogyakarta daripada Jawa Tengah. Letaknya berada di atas Bukit Menoreh, da dikelilingi oleh beberapa gunung besar seperti Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Letaknya juga hanya sekitar 3 kilometer dari Candi Mendut.

Borobudur merupakan candi Buddha peninggalan dari Dinasti Syailendra di sekitar abad ke-9. Selain itu dalam sejarah Borobudur, candi ini juga disebut dengan Barabudhur.

Asal Usul Nama Borobudur

Ada sebuah prasasti yang dianggap berkaitan erat dengan asal usul Borobudur. Prassasti tersebut bernama Prasasti Sri Kahulunan yang berangka tahun 842 Masehi yang menyebutkan: “Kawulan i Bhumi Sambhara”. Bumi Shambara diduga merupakan nama lain dari Borobudur. Dan ini adalah merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk pemujaan.

Seorang ahli sejarah bernama Poerbatjaraka menyatakan bahwa Borobudur memiliki arti Biara Budur. Arti lain dari Borobudur menurut Sir Thomas Stamford Raffles yaitu dalam bahasa Jawa kuno “bara” artinya “besar” dan “budhur” artinya “Buddha”.

Sedangkan pada tahun 1365 Masehi ada sebuah kitab kuno bernama Kitab Negarakertagama, yang sedikit menyebut kata “Budur“.

Latar Belakang Pembangunan Borobudur

Berdasarkan pada beberapa relief gambar Borobudur yang ada, diperkirakan candi Buddha ini dibangun kurang lebih pada tahun 780 Masehi, dan akhirnya selesai pada tahun 830 Masehi. Belum jelas benar mengenai bukti sejarah Borobudur. Hanya beberapa prasasti yang mungkin sedikit menyinggung tentang Borobudur.

Mengenai pembangunan, diduga Borobudur dirancang oleh seorang arsitek terkenal pada masa itu bernama Gunadharma. Dan diperkirakan candi ini pembangunannya selesai ketika Dinasti Syailendra dengan rajanya pada masa itu Raja Samaratungga memerintah.

Masa Keruntuhan Borobudur

Tidak ada bukti sejarah yang pasti mengenai kapan tepatnya sejarah Borobudur ini runtuh dan ditinggalkan. Beberapa ahli berpendapat bahwa runtuhnya candi ini diawali ketika pada tahun 950 terjadi letusan Gunung Merapi yang dahsyat. Letusan ini mengakibatkan candi runtuh dan tertimbun tanah.Masa Keruntuhannya Borobudur

Kemudian dilanjutkan dengan mulai runtuhnya Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. Lalu juga Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Hindu dengan rajanya Mpu Sindok atau Sri Isyana Vikramadhammatunggadeva dari Dinasti Sanjaya, yang saat itu menguasai Jawa tengah mulai memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur sekitar tahun 928 – 1006 Masehi, akibat dari semakin berkuasanya kerajaan Mataram Islam di Jawa Tengah.

Penemuan Kembali Borobudur

Serentetan peristiwa dalam sejarah Borobudur telah menyebabakan candi ini runtuh dan semakin ditinggalkan. Namun kebesaran nama Borobudur tidak pernah hilang. Seorang berkebangsaan Inggris yang memerintah di Indonesia pada masa itu yaitu Sir Thomas Stamford Raffles yang sedang melakukan kunjungan ke Semarang tahun 1814 menerima laporan bahwa di wilayah Kedu tepatnya di desa Bumisegoro, telah ditemukan sebuah bangunan kuno berupa monumen besar dan juga beberapa bongkahan batu yang memiliki relief.

Kemudian ia mengutus seorang berkebangsaan Belanda bernama Cornelius dan beberapa ratus orang untuk membuka dan membersihkan daerah itu untuk mencari tahu reruntuhan apa itu sebenarnya. Misinya tidak dapat berhasil sepenuhnya karena ternyata penemuannya tersebut sangatlah besar.

Pekerjaan Cornelius ini kemudian dilanjutkan oleh Penguasa Residen Kedu berkebangsaan Belanda masa itu, yaitu Hartmann. dan pekerjaan penggalian Borobudur ini selesai pada tahun 1835. dan dilanjutkan penelitian pada tahun 1842 yang dilakukan secara pribadi oleh Hartmann. Namun tidak ada catatan sejarah dari penelitian Hartmann ini karena penelitiannya lebih bersifat pribadi.

Baca :

Selanjutnya beberapa penelitian dan usaha untuk menggambar kembali Borobudur telah beberapa kali dilakukan. Diantaranya penggambaran sketsa seluruh relief Borobudur oleh seorang insinyur Belanda bernama F.C. Wilsen, dan sebuah penelitian pada tahun 1859 oleh J.F.G. Brumund. Dilanjutkan lagi oleh C. Leemans. Dan akhirnya penelitian lengkap pertama Borobudur dipublikasikan pada tahun 1873. dan di tahun ini pula sebuah foto Borobudur dibuat oleh Isidore van Kinsbergen. [tu]

Sejarah Borobudur, Asal Usul, Pembangunan, Keruntuhan | admin | 4.5