Sejarah Munculnya Organisasi Pergerakan Nasional Indische Partij (IP)

Sejarah Munculnya Organisasi Pergerakan Nasional Indische Partij (IP) – Organisasi ini merupakan organisasi pertama yang secara tegas menyatakan berpolitik. Dengan demikian Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia. Tujuan dibentuknya IP ini adalah untuk memperbaiki keadaan kaum Indo. Pada masa itu kaum Indo menaruh dendam kepada bangsa Belanda dan segala sesuatu yang bercorak Belanda. Hal ini disebabkan kaum Indonesia seolah-olah menjadi “golongan yang dilupakan” oleh bangsa Belanda.

Douwes Dekker berusaha mempengaruhi Indische Bond. Menurutnya,segala keluh kesah dan bantahan-bantahan tidak akan ada gunanya. Sumber dari segala kesukaran itu dikarenakan ketergantungan pada pemerintah kolonial yang menyebabkan kaum Indo menderita dan dicampakan.

Pendirian organisasi ini dipertegas lagi pada sidang Indische Bond yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 12 desember 1911, dengan pokok pidato “Gabungan kulit putih dengan sawo matang”. Ia berkata, bahwa jumlah kaum Indo sangat sedikit, sehingga jika ia bertindak seorang diri,maka ia tak mungkin memperoleh keuntungan. Syarat untuk memperoleh kemenangan dalam pertentangan dengan penjajah Belanda ialah menggabungkan diri dengan bangsa Indonesia agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.Sejarah Munculnya Organisasi Pergerakan Nasional Indische Partij (IP)

Indische Partai didirikan pada tanggal 2 Desember 1912 sebagai organisasi politik didirikan oleh Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Surjaningrat, dan seorang keturunan Belanda yaitu E.F.E. Douwes Dekker.

Pendirian Indische Partij juga dimaksudkan untuk menggantikan Indische Bondyang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia. Tujuan yang ingin dicapai oleh Indische Partij adalah membangun patriotisme sesama “Indiers” terhadap tanah air yang memberi lapangan hidup kepada mereka. Tujuannya adalah bekerja sama atas dasar  persamaan ketatanegaraan dalam memajukan tanah air.

Dalam upaya mempertahankan keberadaannya sebagai organisasi, para pemimpinnya  berupaya agar mendapatkan pengakuan dari pemerintah Hindia Belanda. Akan tetapi usaha  itu gagal karena pemerintah Hindia Belanda dengan segala cara selalu melarang berdirinya  organisasi yang dianggap membahayakan.

Baca : Pertumbuhan dan Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia

Dengan semboyan Indie voor Indiers yang artinya Indonesia untuk Bangsa Indonesia, organisasi itu berusaha membangkitkan semangat cinta tanah air walaupun tanpa badan hukum. Karena gerakannya yang radikal, organisasi itu dianggap berbahaya. Akibatnya, para pemimpinnya mendapatkan kesulitan dalam melakukan aktivitas organisasi. Lebihlebih setelah terjadi polemik Suwardi Surjaningrat dengan pemerintah Belanda dalam artikelnya “Als ik een Nederlanders was” yang dimuat dalam de’Express. Polemik itu terjadi setelah tulisaannya itu diterjemahkan dalam bahasa Melayu/Indonesia. Akibatnya para  pemimpinnya ditangkap dan diasingkan ke negeri Belanda. [tu]

Sejarah Munculnya Organisasi Pergerakan Nasional Indische Partij (IP) | admin | 4.5
Leave a Reply