Sejarah Nabi Musa, Daud, Isa, Muhammad

Sejarah Nabi – Ada 25 Sejarah Nabi dan Rasul yang wajib di Imani. Diantara kedua puluh lima nabi dan Rasul tersebut hanya ada satu nabi yang bergelar Rasul yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan juga dari 25 nabi dan Rasul tersebut terdapat 4 Nabi dan Rasul yang memiliki wahyu dalam bentuk kitab suci dari Allah SWT. yaitu Nabi Musa AS menerima Kitab Taurat, Nabi Daud AS menerima kitab Zabur, Nabi Isa AS menerima kitab Injil, dan Rasulullah Muhammad SAW menerima kitab suci Al Qur’an.

Sejarah Nabi

Sejarah Nabi

 

Berikut sejarah nabi secara singkat dari keempat nabi dan rasul yang masing-masing memiliki kitab suci sebagai wahyu dari Allah SWT.

1. Sejarah Nabi Musa AS

Nabi Musa dilahirkan di Negeri Mesir pada masa pemerintahan Raja Firaun, ibunya bernama Yukabad dan ayahnya bernama Imran bin Yashar. Raja Firaun seorang Raja yang lalim dan kejam. Waktu itu dikeluarkan undang-undang apabila ada bayi lahir laki-laki, harus dibunuh dan apabila lahir bayi wanita dibiarkan hidup saja. Ketika Musa lahir, ibunya takut sekali, ia khawatir Musa akan dibunuh tetapi Allah SWT memberikan ilham agar bayi itu ditaruh di dalam peti kemudian dihanyutkan ke sungai Nil. Akhirnya, peti yang berisi bayi itu ditemukan oleh Asyiyah istri Firaun. Asyiyah memohon kepada suaminya agar bayi itu tidak dibunuh, tetapi dijadikan anak angkat saja.

Setelah Musa dewasa, ia tidak senang melihat kekuasaan Firaun yang sewenang-wenang. Bahkan Firaun telah menganggap dirinya sebagai Tuhan. Untuk memberantas kekejaman Firaun, Allah SWT mengangkat Musa menjadi Nabi dan Rasul. Nabi Musa menerima wahyu dan kitab suci Taurat. Sebagai seorang utusan Allah beliau diberi Mukjizat. Pengikut Nabi Musa semakin banyak sehingga Raja Firaun tambah khawatir. Nabi Musa dan pengikutnya dikejar-kejar sampai ke tepi laut merah.

Setelah Nabi Musa sampai di tepi Laut Merah dipukulkan tongkatnya ke laut, seketika laut menjadi kering sehingga dapat dilewati, para pengikut Raja Firaun telah berada di belakangnya. Musa lalu memukulkan kembali tongkatnya ke laut, maka tanah tersebut menjadi lautan lagi. Pasukan Firaun tergulung air laut dan mati semuanya. Selanjutnya Nabi Musa tinggal di Palestina. Di Palestina beliau menyebarkan agama Allah. Suatu hari terjadi pembunuhan karena berebut warisan, mereka mencari pembunuhnya. Nabi Musa memerintahkan mencari lembu betina, setelah lembu itu disembelih diambilnya sebagian tubuh hewan itu. Kemudian dipukulkan apada orang yang mati, orang yang mati tersebut langsung hidup kembali lalu menunjukkan siapa pembunuhnya.

2. Sejarah Nabi Daud AS

Nabi Daud a.s. adalah putra dari Yasa. Beliau masih keturunan Bani Israil. Kaum Bani Israil sudah tidak memiliki pemimpin sejak wafatnya Nabi Musa a.s. Ketika itu ada seorang Nabi Syamuel dan atas perintah nya diangkatlah seorang pemimpin bagi Bani Israil yaitu Thalut.

Dimasa itu terdapat seorang Raja yang kejam bernama Djalut. Lalu Thalut memimpin peperangan melawan Raja Djalut yang kejam dan Zalim itu. Ketika akan berperang Daud yang masih kecil itupun disuruh ayahnya pergi berperang bersama tiga saudaranya. Daud membawa lima buah batu kecil dan cambuk yang terbuat dari tali, dan dia tidak mau menggunakan pedang yang diberikan kepadanya.
Pasukan Thalut berangkat ke medan perang, ditengah perjalanan mereka harus melewati sebuah sungai. Thalut berkata “Wahai pasukanku jangan kamu minum air sungai itu”. Namun banyak yang meminum air sungai. Mereka yang meminum tidak kuat dan takut pergi berperang, hanya mereka yang beriman dan mendengar nasehat Thalutlah yang berangkat.

Dengan gagah berani pasukan Thalut berperang melawan pasukan Raja Djalut. Dan Raja Djalut menentang berduel satu lawan satu, maka Daudlah yang muncul kedepan. Raja Djalut tertawa terbahak-bahak melihat anak kecil yang menentangnya. Daud melemparkan cambuknya yang biasa digunakannya untuk mengusir anjing atau binatang lainnya. Cambuknya melilit leher Raja Djalut, lalu Daud menarik cambuknya hingga Raja Djalut terplanting dari atas kudanya.

Dan Daud melemparkan batu yang sudah dipersiapkannya itu tepat mengenai kedua mata Raja Djalut hingga pecah. Daudpun mengambil pedang Raja Djalut yang terjatuh itu dan memenggal leher Raja Djalut, tamatlah riwayat Raja yang kejam dan zalim itu. Pasukan Thalut bergembira dan terpesona akan keahlian Daud yang masih kecil itu, mereka mengangkat Daud beramai-ramai karena gembiranya.

Thalut menjadi Raja dan memerintah Bani Israil dengan bijaksana, dan setelah Raja Thalut meninggal dunia maka beliau digantikan oleh Nabi Daud a.s. yang kemudian menjadi Raja Bani Israil sekaligus diutus Allah untuk menjadi Rasul. Beliau memimpin kaumnya dengan bijaksana dan damai, Allah SWT. telah pula memberikan beberapa mukjizat pada Nabi Daud a.s. yaitu suaranya yang sangat merdu. Jika beliau membaca zabur dengan nyanyian yang merdu, maka bagi orang yang sedang sakit dan mendengarkannya maka akan sembuhlah dia.

3. Sejarah Nabi Isa AS

Nabi Isa a.s. adalah anak dari Maryam, beliau tidak memiliki ayah. Maryam adalah anak Imran dan Hannah. Oleh ibunya, Maryam diserahkan ke Baitulmaqdis, dan Maryam adalah wanita yang saleh.

Pada suatu ketika, datanglah Malaikat Jibril kepada Maryam dan memberitahukan bahwa Maryam akan memperolah seorang anak yang saleh. Tentu saja Maryam sangat terkejut, karena ia belum bersuami. Namun memang demikianlah kehendak Allah, lalu Malaikat Jibril meniupkan roh suci kedalam kandungannya, maka hamillah Maryam.

Sangat berat penderitaan Maryam, dalam keadaan mengandung ia selalu diperolok-olok dan dihinakan kaumnya. Apalagi setelah bayinya lahir, orang-orang bertanya kepada Maryam “Hai Maryam, mengapa kamu sampai memiliki anak? padahal kamu ini seorang wanita baik-baik yang belum bersuami. Orang tuamu pun orang-orang yang baik pula, mengapa sekarang engkau berbuat mesum?” Mendengar hal ini Maryam tidak menjawab, kecuali hanya memberi isyarat dengan menunjuk bayinya. Sudah tentu mereka terheran-heran dan berkatalah mereka “Bagaimana mungkin kami bisa bicara dengan anak yang masih bayi?”

Maka dengan kekuasaan Allah SWT. Nabi Isa a.s. yang waktu itu masih bayi dapat berbicara. Allah SWT. menerangkan firmannya yang artinya “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-kitab (Injil) dan dia menjadikan ku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku masih hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Itulah Isa putra Maryam, Allah telah memfirmankan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya” (s.Maryam ayat 30-34) Demikianlah dengan izin Allah SWT. anak yang masih dalam pangkuan ibunya dapat berkata-kata.

Untuk melindungi anaknya, maka Maryam pindah ke Mesir bersama saudaranya Yusuf Najar. Setelah dua belas tahun, merekapun kembali ke negri Syam. Pada usia 30 tahun, diangkatlah Isa menjadi Rasul Allah, untuk menyerukan kebenaran Allah SWT. kepada Bani Israil.

Kepada Isa, Allah mengajarkan Al-kitab, hikmah (ilmu), Taurat, dan Injil. Dan menjadi Rasul kepada Bani Israil, kepadanya pula Allah memberikan mukjizat, yaitu :

  1. Menjadikan burung daripada tanah
  2. Dapat menyembuhkan orang buta sehingga bisa melihat
  3. Menyembuhkan orang berpenyakit kusta
  4. Dapat menghidupkan orang-orang yang telah mati
  5. Menurunkan makanan dari langit ketika diminta oleh kaumnya

Adapun yang beriman kepada Nabi Isa a.s. hanyalah dua belas orang saja, dan mereka disebut Hawari yang berarti sahabat-sahabat Nabi Isa a.s. Lama kelamaan pengikut Nabi Isa a.s. semakin banyak, mereka disebut Nasara (Nasrani). Diantara sahabat-sahabat Nabi Isa a.s. ada seorang yang murtad yang bernama Yahuza Iskarius.

Dalam melaksanakan tugas menegakan kebenaran Allah SWT. Nabi Isa a.s. mendapat tantangan keras dari orang-orang kafir. Mereka mencari orang yang sanggup menangkap Nabi Isa a.s. dengan upah yang besar. Yahuza Iskarius si murid murtad tersebut yang sanggup melaksanakan pekerjaan itu. Pada waktu Nabi Isa a.s. sudah terkepung disuatu tempat oleh tentara kerajaan yang diperintah oleh Raja Hirdaus yang kafir, Allah SWT. telah berkenan mengangkat Nabi Isa a.s. ke alam gaib (ketempat yang dimuliakan Allah) dan pada waktu itu usia Nabi Isa a.s. adalah 33 tahun. Dan kemudian Allah menjadikan orang lain (Yahuza Iskarius) mirip dengan Nabi Isa a.s. dan murid yang murtad inilah yang sebenarnya tertangkap dan kemudian disalibkan.

Didalam Al-qur’an Allah SWT. menerangkan firmannya yang artinya “Telah kafirlah orang-orang yang mengatakan sesungguhnya Allah ialah Al Masih, putra Maryam. padahal Al Masih sendiri berkata “Hai Bani Israil! sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, sesungguhnya barang siapa yang memperserikatkannya, maka Allah haramkan ia masuk surga dan tempatnya adalah dineraka yang tidak ada seorangpun penolongnya” (s Almaidah ayat 72)

4. Sejarah Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW. adalah anak Abdullah bin Abdulmuthalib. Ibunya bernama Aminah binti Wahab dari suku Qurais yang terpandang mulia dimasa itu. Nabi Muhammad SAW. dilahirkan pada hari senin 12 rabiul awal (tgl 20 april 571M) dikota Mekkah. Ayahnya seorang pedagang (saudagar) ke negri Syam (Sirria). Pada suatu hari ketika Ayahnya akan kembali dari Syam menuju Mekkah tiba di Madinah kemudian menderita sakit sehingga meninggal dunia pada usianya 18 tahun, dan dimakamkan di Madinah pada saat istrinya Aminah tengah mengandung 6 bulan.

Nabi Muhammad SAW. dilahirkan dalam keadaan yatim ditengah-tengah masyarakat jahiliyah dan musyrik, memuja dan memuji berhala, yang kuat menindas yang lemah, merampas hak orang dan membunuh, dan wanita-wanita tidak berharga pada waktu itu. Dan kebetulan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. pada waktu itu, Raja Najasi dari negeri Shan’a (Yaman) beragama Nasrani dengan tentara gajahnya dibawah pimpinan Abrahah akan meruntuhkan Ka’bah. Pembesar-pembesar Makkah Abdulmuthalib tidak berdaya melawan tentara-tentara Raja Abrahah yang sangat gagah dengan alat-alat senjatanya.

Baca :

Pembesar-pembesar yang memelihara Ka’bah itu berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memberikan perlindungan kepada Ka’bah yang mereka cintai itu. Didalam Al-qur’an Allah SWT. menerangkan firman-Nya yang artinya:

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? bukankah dia telah menjadikan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka’bah itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah yang terbakar (sijil) lalu Dia menjadikan manusia-manusia seperti daun-daunan yang dimakan ulat” (s. Al Fiil ayat 1-5)

Sebagaimana sudah menjadi adat, Nabi Muhammad SAW. diserahkan oleh ibunya kepada wanita desa pegunungan untuk disusukan. Pengasuh itu bernama Halimatu Sa’diyah yang bertempat tinggal didusun Bani Sa’ad. Selama 4 tahun memelihara Nabi Muhammad SAW., Allah SWT. melimpahkan rizkinya dengan sangat berlimpah. [tu]

Sejarah Nabi Musa, Daud, Isa, Muhammad | admin | 4.5