Sejarah Perjuangan Kembali ke Negara Republik Indonesia

Sejarah Perjuangan Kembali ke Negara Republik Indonesia – Salah satu diktum hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah pengakuan Belanda terhadap Republik Indonesia Serikat. Kelihatannya, isi perjanjian ini merugikan pihak Republik Indonesia. Ditandatanganinya perjanjian itu tidak lebih dari sebuah taktik perjuangan. Hal ini terbukti bahwa persatuan itu berada di atas segalanya bagi bangsa Indonesia. Jika dihitung lamanya, RIS tidak ada setahun berdiri (27 desember 1949 sampai 17 Agustus1950). Hal dikarenakan sejak tanggal 17 Agustus 1950 bangsa Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.Sejarah Perjuangan Kembali ke Negara Republik Indonesia

Persiapan dalam upaya kembali ke negara kesatuan sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Rakyat di negara bagian menuntut negara RIS dibubarkan dan kembali ke negara kesatuan. Jawa Barat, misalnya tanggal 8 Maret 1950 mengadakan demonstrasi agar negara Pasundan dibubarkan. Sikap yang sama juga terjadi pada negara Negara Indonesia Timur (NIT) dan negara Sumatera Timur.

Kesempatan kembali ke negara kesatuan tercapai setelah diadakan perundingan antara RIS dengan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 19 Mei 1950. Hasil perundingan itu ditindaklanjuti dengan upaya mempersiapkan UUD negara yang akan dibentuk tersebut.

Pada tanggal  19 Mei 1950 diadakan persetujuan antara RIS-RI untuk mempersiapkan pembentukan Negara Kesatuan. dari pihak RIS diwakili oleh Perdana Menteri Drs. Moh Hatta, sedangkan dari pihak Republik Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Dr.  Abdul Halim. menurut persetujuan tersebut, telah disepakati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia akan dibentuk oleh RIS-RI di Yogyakarta.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, maka dibentuklah panitia gabungan RI-RIS yang diketuai oleh Menteri Kahakiman RIS Prof. Dr. Mr. Supomo. Tugas pantia gabungan adalah merancang UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panitia Gabungan telah menyelesaikan tugasnya pada tanggal 20 Juli 1950. Kemudian Rancangan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan itu diserahkan kepada Dewan Perwakilan Negara Bagian untuk disempurnakan menjadi UUD RIS. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1950, Rancangan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia diterima baik oleh senat dan parlemen RIS dan KNIP.

Setelah dimusyawarahkan bersama, akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 melalui Undang-Undang  Nomor 7 Tahun 1950 Presiden Soekarno menandatangani rancangan UUD tersebut menjadi Undang-Undang Dasar Semntara Negara Kesatuan Republik Indonesia  yang dikenal pula dengan UUDS 1950.

Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1950, dengan resmi RIS dibubarkan dan dibentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan UUDS 1950 sebagai konstitusinya.

Pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden Soekarno menandatangani Rancangan UUD yang kemudian kita kenal dengan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 (UUDS 1950). Setelah kelengkapan itu dimiliki, maka pemerintah mengumumkan pembubaran RIS dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menerapkan UUDS 1950 pada tanggal 17-8-1950. [tu]

Sejarah Perjuangan Kembali ke Negara Republik Indonesia | admin | 4.5
Leave a Reply