Sejarah Perkembangan Televisi di Indonesia

Sejarah Perkembangan Televisi di Indonesia – Paul Nipkow dikenal sebagai “Bapak Televisi” karena penemuannya berupa electrische teleschope yang dapat mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ke tempat lain. Pada tahun 1883 – 1884. Tahun 1939 masyarakat AS telah menikmati televisi.

Secara harafiah televisi berasal dari kata tele (jauh) dan vision (pandangan), dapat diartikan “melihat sesuatu dari jarak jauh”. Televisi sebagai suatu alat penyampaian informasi komunikator dari kepada komunikan, merupakan salah satu bagian dari sebuah sistem yang besar dan kompleks. Alat ini akan berfungsi dengan baik apabila ditempatkan dalam sebuah sistem yang saling bekerja sesuai fungsinya. Sistem ini disebut sebagai sistem penyiaran televisi yang meliputi: sistem produksi (pesan), pemancaran gelombang dan pesawat televisi itu sendiri sebagai media penerima siaran.

Sejarah Perkembangan Televisi di Indonesia

Sejarah Perkembangan Televisi di Indonesia

 

Televisi berkembang begitu cepat sejalan dengan perkembangan teknologi elektronika, telah menjadi fenomena besar di abad ini, perannya amat besar dalam membentuk pola dan pendapat umum, termasuk pendapat untuk menyenangi produk-produk tertentu, demikian pula perannya amat besar dalam pembentukan perilaku dan pola berfikir (Subroto, 1994:2). Kotak ajaib ini berperan besar dalam perkembangan baik teknologi, ekonomi, politik dan di segala aspek kehidupan masyarakat.

TVRI lahir berdasarkan SK Menpen tahun 1961 untuk menayangkan/meliput semua kegiatan kejuaraan Asia Games IV di Jakarta. Proyek ini ditangani oleh perusahaan elektronika Jepang Nippon Electric Company (NEC). TVRI berhasil mengudara pada acara liputan 17 Agustus 1962 di Istana Negara. Tanggal 24 Agustus 1962, TVRI diresmikan olehPresiden Soekarno.

Mulai 11 Maret 1963, TVRI  menayangkan siaran iklan/siaran niaga. Tapi mulai 1 April 1981 pemerintah melarang siaran niaga dengan alasan:

  1. TVRI berfungsi sebagai government tool (alat pemerintah) yang bertugas menyiarkan pembangunan dan hasil-hasilnya ke seluruh pelosok Indonesia.
  2. TVRI berperan meningkatkan pengetahuan dan wawasan pola pikir masyarakat.
  3. Masyarakat bersifat konsumerisme.

Untuk biaya operasional TVRI dilakukan dengan cara berikut ini.

  1. Pemerintah memberi subsidi.
  2. Masyarakat pemilik televisi dikenakan iuran.
  3. Siaran televisi swasta boleh menyiarkan iklan, hasilnya sebagian untuk TVRI.

Mulai tahun 1989, pemerintah mengizinkan kehadiran televisi swasta, sehingga bermunculan TV-TV swasta antara lain:

  1. RCTI, 24 Agustus 1989 di Jakarta;
  2. SCTV, 24 Agustus 1990 di Surabaya;
  3. TPI, 23 Januari 1991;
  4. ANTV, tahun 1993;
  5. Indosiar, Januari 1995, dan sebagainya.

Televisi memberikan dampak baik positif maupun negatif antara lain sebagai berikut.

a. Dampak positif dari televisi

  • Menambah wawasan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
  • Menambah pendidikan dan pengetahuan.
  • Mengomunikasikan hasil-hasil pembangunan.

Baca :

b. Dampak negatif dari televisi

  • Penjajahan informasi dari negara tertentu terhadap negara lain.
  • Budaya konsumerisme dan konsumtif.[tu]
Sejarah Perkembangan Televisi di Indonesia | admin | 4.5