Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia – Persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai saat Jepang sedang berjuang pada Perang Dunia II. Saat itu Perdana Mentri (PM) Jepang yaitu Tojo digantikan oleh PM Koiso yang menjanjikan bahwasanya Indonesia (saat itu Hindia Timur) akan merdeka dikemudian hari. Mulai 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang melalui Balatentara XIV, yaitu Jendral Kumakici Harada mengumumkan rencana pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKPKI) yang dalam Bahasa Jepangnya disebut dengan Dokuritsi Junbi Cosakai.

Karena terjadi kekalahan Jepang terhadap Sekutu dalam beberapa pertempuran, maka Jepang mulai ngobral janji. Janji itu dikenal dengan janji kemereekaan. Bila bangsa Indonesia mau membantu Jepang dalam menghadapi Sekutu, maka kelak kemudian hari akan diberikan kemerdekaan. Untuk mengawalinya dibentuklah Badan  yang bertugas menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan kemerdekaan yang dijanjikan.  Pemerintah Jepang membentuk BPUPKI yang dlam perkembangannya berubah menjadi  PPKI.

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu tanpa syarat (unconditionalsurrender). Hal ini diumumkan oleh Tenno Heika melalui radio. Kejadian itu jelas mengakibatkan pemerintah Jepang tidak dapat meneruskan janji atau usahanya mengenai kemerdekaan Indonesia. Soal terus atau tidaknya usaha mengenai kemerdekaan Indonesia tergantung sepenuhnya kepada para pemimpin bangsa Indonesia.

Sementara itu Sutan Sjahrir sebagai seorang yang mewakili pemuda merasa gelisah karena telah mendengar melalui radio bahwa Jepang telah kalah dan memutuskan untuk menyerah pada Sekutu. Sjahrir termasuk tokoh pertama yang mendesak agar proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dilaksanakan oleh Sukarno-Hatta tanpa harus menunggu janji Jepang. Itulah sebabnya ketika mendengar kepulangan Sukarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat dari Dalat (Saigon), maka ia segera datang ke rumah Hatta dan memintanya untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanpa harus menunggu dari pemerintahan Jepang. Hatta tidak dapat memenuhi permintaan Sjahrir maka diajaknya ke rumah Sukarno.  Namun Sukarno belum dapat menerima maksud Sjahrir dengan alasan bahwa Sukarno hanya  bersedia melaksanakan proklamasi, jika telah diadakan pertemuan dengan anggota-anggota  PPKI lain. Dengan demikian tidak menyimpang dari rencana sebelumnya yang telah disetujui  oleh pemerintah Jepang. Selain itu Sukarno akan mencoba dulu untuk mengecek kebenaran  berita kekalahan Jepang tersebut.[tu]

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia | admin | 4.5
Leave a Reply