Rumus Listrik Dinamis

Rumus Listrik Dinamis – Pada kesempatan ini admin tarokutu.com akan berbagi informasi mengenai Rumus Listrik Dinamis dan beberapa hal penting untuk memahami Listrik Dinamis. Listrik Dinamis adalah listrik yang bergerak, listrik biasanya terbentuk karena energi mekanik dari generator yang menyebabkan perubahan medan magnet di sekitar kumparan. Perubahan ini menyebabkan timbulnya aliran muatan listrik pada kawat/penghantar. Aliran muatan listrik pada kawat Anda kenal sebagai arus listrik. Aliran muatan dapat berupa muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron). Aliran listrik yang mengalir pada penghantar dapat berupa arus searah atau direct current (DC) dan dapat berupa arus bolak-balik atau alternating current (AC).Rumus Listrik Dinamis

Berikut ini beberapa hal penting yang harus kita pelajari agar paham dengan baik Listrik Dinamis.

  1. Aliran arus listrik ditimbulkan oleh aliran elektron.
  2. Arah aliran arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron.
  3. Aliran arus listrik dapat terjadi jika ada beda potensial.
  4. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, dan elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.
  5. Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan yang melalui penampang suatu penghantar setiap satuan waktu.
  6. Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan amperemeter yang disusun secara seri dengan komponen-komponen listrik.
  7. Sumber tegangan listrik adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya arus listrik.
  8. Sumber tegangan dibedakan menjadi dua, yaitu sumber tegangan primer dan sumber tegangan sekunder.
  9. Untuk mengukur beda potensial, digunakan voltmeter yang dirangkai secara paralel dengan komponen yang akan diukur.
  10. Persamaan hukum Ohm adalah V = I × R.
  11. Persamaan hambatan kawat penghantar adalah R=\rho \frac{l}{A}.
  12. Alat untuk mengukur hambatan secara langsung adalah ohmmeter.
  13. Pada tegangan tinggi, isolator dapat berfungsi sebagai konduktor.
  14. Pada rangkaian listrik tak bercabang, kuat arus pada setiap titik adalah sama.
  15. Hukum I Kirchoff adalah jumlah kuat arus yang masuk pada setiap titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik tersebut (I_{masuk} = I_{keluar}).
  16. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol.
  17. Pada rangkaian hambatan seri, hambatan penggantinya makin besar, sedangkan pada rangkaian hambatan paralel, hambatan penggantinya makin kecil.
  18. Persamaan hambatan seri, R_{s}=R_{1}+R_{2}+...+R_{n} Hambatan paralel, \frac{1}{R_{p}}=\frac{1}{R_{1}}+\frac{1}{R_{2}}+...+\frac{1}{R_{n}}
  19. Persamaan daya listrik adalah P = W t atau P = V × I atau P=\frac{V^{2}}{R} atau P = I² × R.
  20. Tarif listrik ditentukan oleh banyaknya energi listrik yang digunakan, yang dapat dibaca pada kWh meter pada setiap rumah.

Baca :

Demikianlah beberapa hal penting tentang Listrik Dinamis dan Rumus Listrik Dinamis yang bisa admin tarokutu.com bagikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda dalam masalah Rumus Fisika. [tu]

Rumus Listrik Dinamis | admin | 4.5