Pengertian Protein, Struktur dan Pengujian

Pengertian Protein, Struktur dan Pengujian – Istilah protein diambil dari bahasa Yunani, proteios (pertama atau utama). Protein tersusun atas beberapa asam amino. Asam amino sendiri adalah senyawa turunan asam karboksilat yang mengandung gugus amina (–NH2).

Pengertian Protein dan Struktur

Asam amino merupakan turunan karboksilat, mengandung gugus karboksil (–COOH) dan gugus amina. Berikut ini struktur umum asam amino.struktur umum asam amino

Antarasam amino dapat bergabung membentuk protein. Ikatan yang menghubungkan antarasam amino disebut ikatan peptida. Perhatikanlah pembentukan protein dari asam amino berikut.pembentukan protein dari asam amino

Tahukah Anda contoh-contoh asam amino beserta strukturnya? Perhatikanlah gambar berikut.contoh asam amino

Protein apakah yang dapat dihasilkan dari asam-asam amino tersebut? Jumlah asam amino yang terkandung dalam protein dapat dua, tiga, atau lebih dari tiga. Protein yang tersusun atas dua asam amino disebut dipeptida.

Protein yang tersusun atas tiga asam amino disebut tripeptida. Adapun protein yang tersusun atas lebih dari tiga asam amino disebut polipeptida. Perhatikanlah gambar berikut.polipeptida

Hemoglobin tersusun atas empat polipeptida yaitu dua pasang unit α dan β serta satu molekul hem. Molekul hem yaitu senyawa organik yang menyebabkan darah berwarna merah. Berikut ini adalah struktur molekul hemoglobin.

Struktur molekul hemoglobin

Pengujian Protein

Protein dapat ditemukan di dalam makanan. Tahukah Anda, bagaimana cara menguji protein di dalam makanan? Mari, menyelidikinya dengan melakukan kegiatan berikut.

Identifikasi Protein

Tujuan

Mengidentifikasi adanya protein dalam putih telur

Alat dan Bahan

1. Tabung reaksi

2. Gelas ukur

3. Pipet tetes

4. Lampu spiritus

5. Penjepit tabung reaksi

6. Larutan putih telur (albumin)

7. Larutan NaOH 2 M

8. Larutan CuSO4 0,1 M

9. Larutan HNO3 2 M

Sebelum memulai percobaan carilah informasi mengenai senyawa yang akan digunakan, meliputi sifat kimia senyawa, cara penggunaan, dan penanganannya.

Langkah Kerja

1. Siapkan 2 buah tabung reaksi.

2. Isi tabung reaksi 1 dengan sekitar 2 mL putih telur.

3. Tambahkan 2 mL larutan NaOH 2 M. Kocok hingga rata.

4. Setelah itu, tuangkan 10 tetes larutan CuSO4 0,1 M.

5. Amati perubahan yang terjadi.

6. Isi tabung reaksi 2 dengan sekitar 2 mL putih telur.

7. Lalu, tambahkan 2 mL larutan HNO3 2 M, kocok dan amati perubahannya.

8. Panaskan dengan nyala api kecil, kemudian dinginkan. Setelah dingin, tambahkan 5 mL larutan NaOH 2 M.

9. Amati perubahan yang terjadi.

Bandingkanlah hasil penyelidikan Anda dengan penjelasan berikut.

Salah satu cara menguji adanya protein dalam makanan adalah dengan cara uji biuret. Uji ini dapat digunakan untuk menguji senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptida. Itulah sebabnya uji biuret dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya protein di dalam makanan. Adanya protein ditandai dengan terbentuknya warna ungu.

Baca : Perbedaan Lemak dan Minyak

Uji lainnya yang biasa digunakan adalah uji xantoprotein. Pengujian ini dapat digunakan untuk menguji asam amino yang mengandung cincin benzena. Misalnya, tirosin dan fenilalanin. Penambahan asam nitrat pekat akan menimbulkan proses nitrasi pada cincin benzena sehingga terbentuk endapan putih. Perubahan warna putih menjadi kuning pada saat dipanaskan merupakan ciri adanya protein dalam makanan. [tu]

Pengertian Protein, Struktur dan Pengujian | admin | 4.5