Beranda PKn Pemilihan Umum sebagai Perwujudan Demokrasi

Pemilihan Umum sebagai Perwujudan Demokrasi

3
0

Pemilihan Umum sebagai Perwujudan Demokrasi – Para ahli politik berpendapat bahwa pemilu merupakan salah satu kriteria penting untuk mengukur kadar demokratisasi sistem politik di suatu negara. Pemilu menjadi tolok ukur untuk menilai demokratis tidaknya suatu negara.

Pemilihan umum sebagai sarana Demokrasi Pancasila dimaksudkan untuk membentuk sistem kekuasaan berdasarkan kedaulatan rakyat. Pemilihan umum adalah suatu cara untuk memilih wakil wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat serta merupakan salah satu bentuk pelayanan hak-hak asasi warga negara bidang politik. Untuk itu, sudah menjadi keharusan pemerintahan demokrasi untuk melaksanakan pemilihan umum dalam waktu-waktu yang telah ditentukan.

Pemilihan Umum sebagai Perwujudan Demokrasi

Pemilihan Umum sebagai Perwujudan Demokrasi

Menurut Eep Saefullah Fatah, ada dua tipe pemilu.

  1. Pemilu berfungsi sebagai formalitas politik, artinya pemilu hanya dijadikan alat legalisasi pemerintahan nondemokratis. Kemenangan kontestan merupakan hasil rekayasa kelompok kekuatan bukan pilihan bebas politik rakyat. Pemenang pemilu telah diketahui sebelum pelaksanaannya sendiri sehingga sistem politik demikian sulit dikategorikan sebagai demokratis.
  2. Pemilu berfungsi sebagai alat demokrasi.

Di negara demokratis pemilu sebagai alat demokrasi dijalankan secara adil, jujur, bersih, bebas, dan kompetitif. Pemilu menjadi ajang pilihan rakyat dalam menentukan pemilihannya.

Rusli Karim membedakan tiga corak pemilu, yaitu sebagai berikut.

a. Pemilu kompetitif dalam suatu sistem demokratis. Ciri-cirinya adalah

  • rekrutmen elit politik,
  • kesiapan bagi perubahan kekuasaan,
  • legitimasi politik pemerintahan koalisi partai,
  • representasi pendapat dan kepentingan para pemilih,
  • peningkatan kesadaran politik rakyat melalui kejelasan problem dan alternatif politik,
  • pendorong kompetisi bagi kekuasaan politik,
  • pembentukan suatu oposisi yang mampu menjalankan kontrol,
  • pemertautan lembaga politik dengan pilihan pemilih.

b. Pemilu semikompetitif dalam suatu sistem otoritarian. Ciri-cirinya adalah

  • manifestasi dan integrasi parsial partai politik,
  • perolehan reputasi di luar negeri,
  • penyesuaian kekuasaan yang dirancang untuk menstabilkan sistem,
  • upaya pelegitimasian bagi kekuasaan yang ada.

c. Pemilu non kompetitif dalam sistem totalitarian. Ciri-cirinya adalah:

  • penjelasan kriteria kebijakan pemerintahan,
  • perolehan persatuan moral dan politik rakyat,
  • pendokumentasian adanya dukungan bagi pemerintah,
  • mobilisasi seluruh kekutan sosial.

Baca :

Adanya pemilu belum tentu menjadikan negara itu sebagai negara demokratis, tetapi hanya pemilu yang demokratislah yang mampu membentuk negara demokrasi. Agar negara dianggap demokratis, pemilu harus dijalankan dengan cara yang demokratis, yaitu pemilu dengan corak yang kompetitif.

Demikianlaah info Pemilihan Umum sebagai Perwujudan Demokrasi dari admin tarokutu.com, semoga bermanfaat. [tu]